Kiat Mencegah Anemia Untuk Ibu Hamil

29

Pada ibu hamil terdapat dua persoalan utama yang dihadapi yaitu anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK). Ibu hamil yang mengalami anemia, apalagi jika diikuti oleh kondisi KEK, cenderung akan melahirkan Bayi dengan Berat Lahir Rendah (BBLR). Upaya mengatasi anemia adalah dengan meningkatkan konsumsi protein, vitamin dan mineral terutama makanan yang kaya akan zat besi (Fe). Namun, karena tingkat konsumsi protein, vitamin dan mineral yang rendah maka disediakan suplementasi gizi berupa tablet tambah darah (TTD). Pemberian TTD yang berisikan Ferum (Fe) dan asam folat merupakan cara yang dilakukan sejak lama untuk mencegah anemia pada ibu hamil dan mendukung pertumbuhan janin secara optimal.

Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO), ibu hamil diberikan tablet tambah darah (TTD) selama kehamilan (270 tablet) atau minimal 90 tablet. Di Indonesia, pemberian TTD pada ibu hamil dilakukan yang paling minimal atau 90 tablet selama kehamilan. Keberhasilan  intervensi pemberian TTD sangat bergantung ketaatan ibu hamil untuk mengonsumsi sebanyak 90 tablet selama kehamilan. Dengan demikian, intervensi ini perlu disertai dengan pendidikan gizi akan pentingnya TTD dan dampak anemia kepada ibu serta sistem yang dapat menjamin ibu hamil meminum seluruh TTD yang diberikan.

Selain pemberian TTD, terdapat intervensi lain yaitu pemberian taburia atau bubuk tabur yang terdiri dari 14 vitamin dan mineral termasuk zink. Intervensi ini pernah dilakukan di Indonesia namun tidak dilanjutkan lagi dalam tiga tahun terakhir. Penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemberian taburia selama tiga bulan sama dengan pemberian TTD selama 270 tablet. Agar berjalan efektif, diperlukan  sosialisasi untuk ibu hamil mengonsumsi taburia dan dukungan sistem pendistribusian yang tepat.

Karenanya, jika memang membutuhkan, tidak ada salahnya Ibu hamil untuk segera berkonsultasi mengenai pencegahan anemia dengan petugas kesehatan posyandu atau puskesmas.