Peran Pusat Studi Kesehatan Global Andalas dalam Penurunan Stunting di Sumbar

328

Oleh: Pusat Pengembangan Kesehatan Global Universitas Andalas

Pusat Pengembangan Kesehatan Global Universitas Andalas merupakan pusat studi yang bertujuan untuk melakukan kajian serta pendampingan perbaikan dan pemerataan kesehatan untuk seluruh masyarakat. Hal ini dilatarbelakangi adanya perubahan masalah kesehatan yang ditandai dengan berbagai macam transisi, baik demografi, epidemiologi, gizi maupun perilaku yang menciptakan beban ganda (double burden) permasalahan kesehatan dan gizi. Pusat Pengembangan Kesehatan Global Universitas Andalas berperan melalui upaya pengkajian masalah, penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence based), serta pelatihan dan pendidikan tenaga kesehatan dan gizi di tingkat daerah, regional dan nasional.

Kemitraan dengan pemerintah daerah dalam upaya percepatan perbaikan gizi serta penurunan stunting dimulai pada awal tahun 2017 melalui pendampingan delapan aksi konvergensi dan lima pilar pencegahan stunting di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat yang merupakan lokus stunting. Sebagai bentuk komitmen, rektor Universitas Andalas dan bupati/ kepala daerah membuat MoU kesepakatan kerjasama dalam melakukan pendampingan aksi konvergensi serta pembentukan satu desa model percepatan penurunan stunting.

Pengalaman pendampingan aksi konvergensi ini semakin menyadarkan para stakeholder bahwa kemajuan pencegahan dan penurunan stunting harus dilakukan secara lintas sektor melalui intervensi sensitif dan spesifik. Untuk mengukur keberhasilan implementasi, diperkenalkan tools Joint Assessment Evaluasi Mandiri yang berguna untuk mengetahui sejauh mana koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi masing-masing program.

Ada empat indikator yang digunakan dalam tools tersebut, yaitu (1) memastikan penyamaan visi, misi dan tujuan bersama dalam pencegahan dan penurunan stunting (2) memastikan kebijakan dan kerangka hukum bersifat koheren (3) memastikan pelaksanaan konvergensi (4) memantau pendanaan dan mobilisasi sumber daya. Hasil penggunaan tools yang diadopsi dari Joint Assessment SUN di tingkat nasional ini berupa jaring laba-laba yang dapat menggambarkan aspek yang belum optimal untuk merumuskan langkah perbaikan ke depannya.

Di tingkat desa, inovasi teknik pembelajaran dilakukan melalui kampanye komunikasi perubahan perilaku atau behaviour change communications (BCC) bernama Gerakan Rumpi Sehat (Healthy Gossip Movement). Tujuannya agar kelompok orang tua yang memiliki anak stunting dapat mengadopsi perilaku yang diinginkan. Gerakan ini dibangun berdasarkan wawasan lokal dan motivasi pengasuh dalam kebiasaan pemberian makanan. Metode ini telah melahirkan harapan baru dalam model edukasi orang tua di tengah kompleksitas sistem pelayanan kesehatan dan meningkatnya akuntabilitas pemberi layanan kesehatan.

Modul BCC, yang dikembangkan oleh GAIN dan disesuaikan dengan konteks sosial budaya dan bahasa lokal setempat, dapat secara cepat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua terkait pencegahan stunting. Edukasi orang tua dilakukan secara berkelompok melalui tiga tahapan, yaitu (1) penyampaian materi dengan modul Emosional Demonstrasi/ Emo Demo (2) pelaksanaan demo memasak makanan sesuai usia anak (3) pelaksanaan lomba makanan anak, serta penyiapan rencana tindak lanjut. Hasilnya, terjadi penambahan berat badan anak rata-rata 300 gram dalam waktu satu bulan. Adapun, pertambahan panjang badan baru dapat diketahui dalam rentang waktu di atas tiga bulan.

Beragam pengalaman di atas memperkuat bukti bahwa dukungan dan komitmen yang kuat dari bupati dan pimpinan daerah serta kepercayaan yang tinggi kepada perguruan tinggi dapat mengakselerasi upaya percepatan penurunan stunting.