Perkuat Kerjasama dalam Momentum 10 Tahun Scaling Up Nutrition Indonesia: Road to SUN Annual Meeting 2021

132
Webinar “Memperkuat Kerjasama Antar Jaringan untuk Perbaikan Gizi”, Jumat 15 Oktober 2021

Semarang- Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan webinar “Memperkuat Kerjasama Antar Jaringan untuk Perbaikan Gizi” pada Jumat, 15 Oktober 2021 lalu. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan road to SUN Annual Meeting 2021 yang tahun ini mengangkat tema “Satu Dekade Melangkah Bersama” untuk memperingati sepuluh tahun sejak bergabungnya Indonesia ke gerakan Scaling Up Nutrition di tingkat global. Webinar terbagi menjadi tiga sesi panel, yaitu 1) Memperkuat Intervensi Gizi Bersama Sektor Non Pemerintah, 2) Mendorong Inovasi dalam Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat, dan 3) Mengembangkan Literasi Masyarakat terhadap Pesan Gizi.

Panel 1: Memperkuat Intervensi Gizi Bersama Sektor Non Pemerintah

Pada sesi panel pertama, SUN Business Networks yang diwakili oleh Agung Baskoro (Cargill) menyampaikan beberapa intervensi yang dilakukan oleh dunia usaha, seperti Program Gizi Anak Sekolah (PROGAS) dan Promoting a Sustainable and Food Secure World (PROSPER). Dunia usaha mencoba berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti bappeda dan dinas terkait, dalam rangka menumbuhkan rasa kepemilikan (sense of belonging) demi kesinambungan program. Sementara itu, organisasi masyarakat sipil berupaya membangun koalisi untuk penurunan stunting di Jawa Tengah, bernama JSN (Jawa Tengah Stunting Networks).  JSN menjalankan fungsi advokasi serta meningkatkan social accountability pemerintah dan  pemangku kepentingan  dalam upaya penurunan stunting.

Danik Aneswati, Bappeda Jawa Tengah, menegaskan peran Bappeda dalam mengoordinasikan berbagai kegiatan penurunan stunting yang ada di wilayahnya “Kami memastikan apa yang sudah sudah ada dalam perencanaan diterjemahkan dalam kegiatan di level kabupaten/kota melalui forum atau pertemuan koordinasi, review, serta usulan rencana kegiatan.” ujarnya.

Panel 2: Mendorong Inovasi dalam Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Panel kedua membahas mengenai pentingnya inovasi dalam upaya perbaikan gizi masyarakat. Katty Dany (DFAT) menjabarkan berbagai dukungan teknis dan inovasi yang dilakukan oleh mitra pembangunan untuk mendukung pemerintah dalam perbaikan gizi, seperti pengembangan RUTF lokal oleh Unicef serta Nutrient Gap Analysis yang dilakukan oleh WFP.

Inovasi pun datang dari organisasi masyarakat sipil, seperti program BISA yang diampu oleh Save The Children dan Nutrition International. BISA melakukan kerjasama dengan berbagai mitra yang ada di lokasi intervensi sebagai wujud konvergensi. “Konvergensi stunting perlu dioperasionalisasikan di lapangan, sehingga diskusi tidak hanya berakhir di meja rapat dan dapat menghasilkan kerjasama yang baik dalam penurunan stunting” ungkap Prima Setiawan, Chief of Party BISA.

Konsolidasi upaya penurunan stunting pun terlihat di kalangan akademisi melalui pembentukan SUN Academia Jawa Tengah. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi penelitian terkait stunting agar tidak menumpuk pada lokus stunting tertentu serta meningkatkan dampak penelitian. “Penelitian diharapkan mempunyai implikasi untuk mendukung kebijakan dan penurunan stunting” ujar Nuryanto dari Universitas Diponegoro.

Panel 3: Mengembangkan Literasi Masyarakat terhadap Pesan Gizi

Pada sesi panel ketiga mengenai literasi gizi, Wiryanta, Direktur Informasi dan Komunikasi PMK Kominfo, menegaskan pemerintah telah berupaya ‘membanjiri’ informasi positif di dunia digital, termasuk dalam penurunan stunting. Kominfo menggandeng banyak pihak dalam upaya tersebut, termasuk dengan influencer, untuk mengamplifikasi pesan gizi di masyarakat.

Yessar Rosendar, editor The Conversation Indonesia, menyebutkan bahwa peningkatan literasi gizi juga dapat dicapai melalui penulisan artikel ilmiah populer “Dengan menulis artikel ilmiah populer, kita dapat men-convert bukti ilmiah menjadi bentuk informasi yang menarik bagi generasi muda”. Informasi ini pun dapat disampaikan kembali sesuai format platform yang ramai digunakan, seperti Instagram, TikTok, maupun Podcast.

Upaya peningkatan literasi gizi juga dilakukan AHLA Indonesia dengan mengembangkan model pendidikan gizi remaja berbasis aplikasi mobile melalui pendekatan keluarga dan sekolah. Vilda Ana menegaskan inovasi ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku sesuai pilar dua Stranas Stunting. Kedepannya, pendampingan dan pengembangan aplikasi akan terus dilakukan agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Webinar “Memperkuat Kerjasama Antar Jaringan untuk Perbaikan Gizi” dihadiri oleh 300 peserta secara daring melalui Zoom serta telah ditonton sebanyak 180 kali pada kanal Youtube. Acara ini juga dihadiri secara langsung oleh beberapa perwakilan pemerintah daerah Jawa Tengah. Seluruh paparan narasumber dapat diunduh melalui http://sunam2021.cegahstunting.id/

Untuk menyaksikan webinar selengkapnya, silahkan akses video berikut pada Youtube.

 

Penulis: Olivinia Qonita Putri (Sekretariat Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Kementerian PPN/Bappenas)

Editor: Tim Knowledge Platform SUN Indonesia, Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/ Bappenas