Ciamis – Dalam rangka penurunan angka stunting, Bappeda Kabupaten Ciamis menyelenggarakan kegiatan diskusi dan evaluasi dengan PIC Percepatan Penurunan Stunting yang melibatkan lintas sektoral, Jumat, 23 Oktober 2020 di Aula Bappeda Kabupaten Ciamis.
Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Subdit Pemberdayaan Gizi Masyarakat Bappenas, Kepala Bappeda Ciamis beserta jajarannya, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, DPMPD, Dinas Pendidikan, DP2KBPA, Disdukcapil, Diskominfo dan tamu undangan lainnya ini bertujuan mendiskusikan dan mengevaluasi perencanaan dan anggaran program percepatan penurunan stunting tahun 2020 di Kabupaten Ciamis.
“Seberapa besar pun dana yang dikucurkan pusat, jika tidak didefinisikan melalui perencanaan dan anggaran, tidak akan efektif, oleh karena itu kita perlu mendiskusikan siapa bagian apa (pembagian tugas dan anggaran) dan lainnya melalui kegiatan diskusi ini,” ujar H. Andang Firman Triyadi, MT., selaku Kepala Bappeda Ciamis.
Kegiatan diskusi ini membahas program dan evaluasi terhadap kebijakan dan strategi program penurunan stunting di Kabupaten Ciamis, meliputi jenis program penurunan stunting, pemanfaatan anggaran, sampai pada tantangan atau kendala apa saja yang dihadapi dalam proses penanganan stunting di Kabupaten Ciamis.
Pemerintah Ciamis sendiri, pada tahun 2020, telah melakukan berbagai aksi terkait penanganan stunting seperti rembug stunting, publikasi rembug stunting, pengaturan regulasi terkait penanganan stunting dan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, sebagian besar OPD menghadapi tantangan yang sama yaitu kurangnya jumlah SDM yang cakap dalam melaksanakan berbagai aksi, mulai dari aksi 1 sampai 4 terkait program penurunan angka stunting di Kabupaten Ciamis, sehingga pembinaan berupa peningkatan kapasitas SDM atau Kader sangat diharapkan di tahun 2021.
Walaupun menghadapi berbagai tantangan, tim percepatan penurunan angka stunting Kabupaten Ciamis berhasil memunculkan inovasi-inovasi pencegahan stunting 2020 diantaranya inovasi “Rantai Emas”, Gerakan Cegah Stunting, “Sijaga”, dan “Gumelis”. Selanjutnya pada tahun 2021, akan ada gerakan “DeBes” (Desa Bebas Stunting), serta gerakan posyandu peduli stunting.
Sidayu Ariteja, selaku Kepala Subdit Pemberdayaan Gizi Masyarakat Bappenas berharap program stunting bisa sampai kepada masyarakat Desa.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa mengkoordinasikan program ini sampai ke tingkat desa, untuk memperluas target penerima manfaat dan mempertajam fokus kegiatan,” harap Sidayu Ariteja.
Di akhir acara, H. Andang Firman Triyadi mengajak semua OPD terkait untuk bekerja dengan optimal.
“Yuk sama-sama kita berjuang agar Ciamis bisa menjadi daerah dengan penanganan stunting terbaik di Jawa Barat” tutup H. Andang Firman Triyadi. (Diskominfo.eka)