Faktor sanitasi dan kebersihan lingkungan menjadi komponen penting dalam percepatan perbaikan gizi 1000HPK,upanya penurunan stunting.Berbagai penyakit dapat timbul sebagai akibat paparan dari kotoran hewan dan manusia;salah satunya dapat menyebabkan inflamasi usus yang menyebabkan gangguan penyerapan zat gizi dalam usus. Dalam keadaan ini,energi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan,teralihkan menjadi energi untuk melawan infeksi dalam tubuh.Ibu hamil dan anak usia dua tahun merupakan golongan yang sangat rentan terhadap berbagai penyakit infeksi karena buruknya praktik sanitasi dan kebersihan lingkungan.Berbagai program untuk meningkatkan program sanitasi dan kesehatan lingkungan telah menjadi prioritas Pemerintah.Program-program tersebut antara lain Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) dan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).PANSIMAS bertujuan untuk meningkatkan praktik hidup bersih dan sehat di masyarakat, meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, meningkatkan kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal (pemerintah daerah maupun masyarakat) dalam penyelenggaraan layanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dan meningkatkan efektifitas dan kesinambungan jangka panjang pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.Sementara itu, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bertujuan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan dengan metode pemicuan. Lima pilar dalam STBM adalah Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan dengan Sabun, Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, Pengelolaan sampah rumah tangga,dan Pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Kegiatan

Kegiatan

Berita

Berita