Rembuk Stunting Intervensi Gizi Terintegrasi Tahap 1

  |   Berita

Sebagai tindak lanjut hasil Rapat Terbatas tentang Masalah Stunting/ Kekurangan Gizi yang dipimpin oleh Bapak Wakil Presiden pada tanggal 9 Agustus 2017 di Kantor Wakil Presiden, Bappenas bekerjasama dengan Kementerian/Lembaga dan Mitra Pembangunan (World Bank, UNICEF, dan MCA-I) telah menyelenggarakan kegiatan Rembuk Stunting Tahap 1 pada tanggal 27 – 30 November 2017. Tujuan pelaksanaan kegiatan Rembuk Stunting adalah untuk meningkatkan komitmen para pengambil kebijakan kunci di daerah dalam penurunan stunting serta meningkatkan kemampuan Pemerintah Daerah dalam melakukan perencanaan, koordinasi, monitoring & evaluasi, serta advokasi, sosialisasi, dan komunikasi interpersonal.

Peserta Rembuk Stunting Tahap 1 terdiri dari 7 provinsi (Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat) dan 8 kabupaten (Klaten, Kulon Progo, Nganjuk, Banggai, Polewali Mandar, Lombok Barat, Sumbawa, serta Maluku Tengah) prioritas penurunan stunting di tahun 2017. Peserta yang diundang dari setiap provinsi terdiri dari 5 SKPD dan setiap kabupaten terdiri dari 7 SKPD.

Selama kegiatan Rembuk Stunting berlangsung, peserta diberikan beberapa materi tentang:

(1) Pengetahuan terkait stunting;

(2) Strategi konvergensi dan pelaksanaan mulai tahun 2018;

(3) Pelaksanaan intervensi spesifik dan perubahan perilaku dalam penurunan stunting;

(4) Pelaksanaan intervensi sensitif dalam penanganan stunting;

(5) Praktik cerdas integrasi program dan penanganan stunting;

(6) Konsolidasi anggaran dan sumber pendanaan; serta

(7) Rancang bangun program multisektor untuk gizi dan stunting. Setelah pemberian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pleno presentasi hasil diskusi kabupaten dan provinsi.

Output dari kegiatan Rembuk Stunting yaitu setiap kabupaten memiliki draft perencanaan penurunan stunting terintegrasi, yang mencakup:

(1) Perencanaan kegiatan dan anggaran;

(2) Peningkatan cakupan program secara holistik, integratif, tematik, dan spasial;

(3) Strategi advokasi, sosialisasi, dan komunikasi interpersonal; serta

(4) Manajemen serta tools pemantauan dan evaluasi. Tindak lanjut dari pelaksanaan Rembuk Stunting adalah setiap kabupaten melakukan identifikasi kegiatan penurunan stunting terintegrasi yang sudah ada di daerahnya.

Documentation

Pembukaan oleh Pejabat Eselon 1

Sesi Presentasi K/L

Sesi Presentasi Non-Pemerintah (Akademia/Pakar, Dunia Usaha, Organisasi Masyarakat, Mitra Pembangunan)

Sesi Diskusi Kabupaten

Sesi Presentasi Kabupaten