Keunikan dan kekuatan dari Gernas PPG 1000 HPK adalah pelibatan dan kemitraan berbagai pemangku kepentingan dalam menangani masalah gizi di Indonesia. Karena itu, jejaring Gernas PPG 1000 HPK terdiri dari pemerintah, para mitra pembangunan (Donor dan Badan PBB), organisasi kemasyarakatan sipil, sektor swasta,akademisi,organisasi profesi dan juga kalangan media.

Pemerintah

 

Sebagai pemangku kepentingan, pemerintah berperan dalam memimpin, menginisiasi dan memfasilitasi Gernas PPG 1000 HPK di Indonesia. Pemerintah juga bertugas untuk memastikan keterlibatan dan koordinasi antara semua sektor kunci yang bertanggung jawab atas pelaksanaan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif (kesehatan, pertanian, perikanan, pendidikan, perdagangan dan industri, pekerjaan umum, dalam negeri, kesejahteraan sosial, dll)

Akademisi dan organisasi profesi

 

Akademisi dan organisasi profesi diharapkan memberikan masukan berdasarkan kajian dan penelitian ilmiah seputar stunting sehingga intervensi yang dikembangkan oleh pemerintah senantiasa berbasis-bukti (evidence-based) dan sesuai dengan konteks di Indonesia.

Mitra pembangunan (Donor dan UN System)

 

Para mitra pembangunan diharapkan dapat mendukung dan memperkuat pemerintah untuk memimpin Gernas PPG 1000 HPK terutama dalam perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan kebijakan dengan mengembangkan model yang telah mengalami penyempurnaan untuk mendukung percepatan peningkatan intervensi-intervensi gizi sensitif dan spesifik.

Dunia usaha

 

Dunia usaha dan pelaku bisnis diharapkan untuk berperan dalam pengembangan, kendali mutu, distribusi dan pemasaran makanan bergizi yang memadai sejalan dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Organisasi masyarakat madani

 

Organisasi masyarakat madani diharapkan dapat memberikan andil dalam mengadvokasi hal-hal terkait permasalahan gizi (kurang gizi dan kelebihan gizi) dan memberikan dukungan teknis maupun finansial kepada pemerintah daerah untuk
mengembangkan kapasitas serta manajemen kegiatan-kegiatan terkait gizi .

Media

 

Media memiliki peran strategis sebagai penyebar informasi dan mempublikasikan permasalahan (kurang gizi dan kelebihan gizi) di Indonesia, melakukan advokasi, serta melaporkan kemajuan/perkembangannya.

Kegiatan

Kegiatan

Berita

Berita