Movement, yang saat ini juga dilakukan di 60 negara.Tujuan utama gerakan global yang diluncurkan pada bulan September 2010 ini adalah melibatkan berbagai kelompok kepentingan-pemerintah,organisasi masyarakat sipil, Perserikatan Bangsa-Bangsa,donor,bisnis dan akademisi – untuk secara bersama-sama melakukan berbagai upaya perbaikan gizi masyarakat.
Indonesia menunjukkan komitmen untuk mengentaskan masalah gizi dengan bergabung sebagai negara SUN di bulan Desember 2011,yang ditindaklanjuti dengan peluncuran dua dokumen penting Gernas PPG 1000 HPK yaitu Kerangka Kebijakan 1000 HPK dan Pedoman Perencanaan Program Gerakan 1000 HPK pada bulan September 2012.Pada bulan Mei 2013, Pemerintah Indonesia juga mengeluarkan Peraturan Presiden No. 42/2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang memberikan kewenangan kepada Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Budaya untuk melakukan koordinasi program percepatan perbaikan gizi di Indonesia.Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan diluncurkan secara resmi pada tanggal 31 Oktober 2013 oleh Presiden Republik Indonesia, bersamaan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia.
Wakil Presiden, Jusuf Kalla, selaku Ketua Tim Nasional Percepatan Penurunan Kemiskinan memimpin rapat koordinasi antar-kementerian pada tanggal 12 Juli 2017 untuk mendiskusikan tentang masalah stunting. Dalam pertemuan tersebut, konsep 5 pilar penanganan stunting diperkenalkan:
1) Komitmen dan Visi Pimpinan Tertinggi Negara;
2) Kampanye Nasional Berfokus pada pemahaman, perubahan perilaku, komitmen politik dan akuntabilitas;
3) Konvergensi, koordinasi, dan konsolidasir program nasional, daerah dan masyarakat;
4) Mendorong kebijakan nutritional food security;
5) Pemantauan dan evaluasi.
Kegiatan

Kegiatan

Berita

Berita